Dalam agama Islam, selain akal merupakan fungsi terpenting bagi manusia untuk berfikir, juga berfungsi untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk.
Dengan akal ini pula manusia diwajibkan-Nya untuk beribadah, mempelajari syariat dan mengamalkannya.
Yahh... kecuali hanya orang yang terganggu akalnya (Orgil) yang tidak ada kewajiban baginya untuk beribadah.
Selain itu, Akal hanya dikaruniakan Alloh SWT kepada manusia, sedangkan mahluk lainnya, tidak. Seperti binatang dan malaikat misalnya.
Namun, ada manusia yang justru derajatnya disamakan Alloh dengan binatang, bahkan sangat buruk dari semua jenis binatang yang ada, yaitu orang - orang kafir dan mereka yang mengabaikan perintah dan larangan Alloh. Karena Akalnya tidak digunakan sebagaimana mestinya untuk menerima kebenaran (Q.S.Al-Anfal : 55).
Itu sebabnya firman Alloh menyebutkan, (Q.S.Az-Zumar : 9) hanya orang - orang yang menggunakan akalnyalah yang dapat memahami Al-Qur'an itu.
Artinya, Allloh SWT. baru akan menganalogikan manusia itu dengan binatang, apabila ia tidak bisa menggunakan akalnya dengan baik dan benar untuk menerima pengajaran-Nya, ibarat binatang yang sudah jelas tidak diberikan-Nya akal.
Lalu, dengan memanfaatkan akal secara benar dan sempurna, manusia akan dikaruniai-Nya hikmah (ilmu) untuk dapat memahami ajaran-Nya.
"Wallohu'alam"
Lutfi Saeful Miladi

Shollu alannabi
ردحذفإرسال تعليق