Dibalik Bahaya Lisan


Gosip? Uh, itu seakan sudah menjadi barang keseharian yang sering kita lihat dilayar kaca, Gosip sudah menjadi barang unggulan untuk dijual dan diekspos.

Wah...wahh, Padahal dalam Islam gosip sudah dikategorikan gibah. Gosip itu kan pada intinya menceritakan orang lain yang belum tentu apa yang diomongkan itu benar.
Hati - hatilah jangan sampai kita terjebak pada pembicaraan yang tidak ada untungnya tersebut.

Pangkal gosip adalah lidah (Lisan). Lisan laksana pedang, ia bisa menyakiti siapapun yang kena olehnya, Bahkan perasaan hati yang sakit oleh lisan jauh lebih sakit daripada tergores ujung pedang beneran sekalipun, kalau dalam bahasa sunda "Leuwih peurih tibatan nyabut hinis lalaunan tina liang dubur ".

Maka dari itu Lidah (Lisan) bisa jadi sumber kedamaian atau malapetaka bagi kehidupan.
Rosululloh SAW menjelaskan tentang hal ini yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a., :
"Apakah kalian mengetahui apa itu Ghibah?" Para sahabat menjawab, "Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui." Lalu Rosululloh Berkata, "Ia adalah menyebutkan apa-apa yang ada dalam saudaramu dari seauatu yang kurang disukai."
"Bagaimana apabila memang itu benar adanya?"
"Kalau benar apa yang kamu katakan, maka kamu telah berbuat ghibah, namun apabila yang kamu katakan adalah tidak benar, maka kamu telah membuat kebohongan atasnya."

Dalam hal ini pun, Alloh SWT berfirman dalam Q.S.Al-Hujurat ayat 12 :



Selain berbahaya bagi orang yang digosipkan, Ghibah juga berakibat tidak baik bagi pelakunya, jika seseorang suka membicarakan orang yang biasanya adalah aib dan keburukannya, secara tidak langsung menjadi provokator bagi dirinya sendiri dan orang lain agar berfikir buruk.

Ketahuilah ! bahwa apa yang kita ucapkan selalu ada yang memonitor.
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

Wallohu'alam

Post a Comment

Post a Comment (0)

Previous Post Next Post