Setiap amal soleh sudah pasti itu amal baik dan bagus Namun tidak sebaliknya, Amal baik atau bagus belum tentu itu jadi amal sholeh.
Lalu apa yang menjadi tolak ukurnya amal baik dan bagus bisa menjadi amal sholeh ?
Hanya satu yang membedakannya ialah ada atau tidak adanya rasa Ikhlas pada amal baik dan amal bagus itu.
Karena keikhlasan itu merupakan Ruh nya dalam amal, Imam Al-Ghozali menyebutkan dalam kitabnya " Ihya 'Ulumuddin " bahwa : "Al-Ikhlasu Ruuhul'amali " Ikhlas itu ruhnya amal.
Bisa kita analogikan, manusia akan disebut manusia yang hidup jika dalam jasad manusia itu terdapat ruh, Tanpa ruh matilah manusia.
Bgitupun amal baik dan bagus kita akan hidup kekal selamanya bahkan menjadi tabungan diakhirat kelak, manakala terdapat ikhlas di dalamnya.
Amal baik dan bagus tanpa ikhlas, Nol persen tingkat kualitasnya, hanya sebatas keagungan, menjadi terpandang dan terhormat dihadapan manusia serta di dunia saja.
Berbicara tentang ikhlas, sungguh sangatlah berat dan sulit, ini merupakan urusan Qolbu (Hati), hanya diri kita sendiri dan Alloh lah yang tau, Ikhlas atau tidaknya kita dalam beramal.
Contoh ada seseorang bersedekah kepada orang lain, lalu kita mlihatnya dan tahu.
Nah, tidak bisa kita menghukumi seseorang, dia itu ikhlas atau dia itu tidak ikhlas dengan melihat dzohirnya, kadang kala dzohirnya kelihatan dia seperti tidak ikhlas tp sebenarnya hatinya itu ikhlas, dan sebaliknya.
Kalau begitu sikap kita harus bagaimana ?
Tetaplah Berhusnudzon, tidak gampang menilai seseorang dengan penilaian yang buruk, sekalipun dzohirnya itu terlihat buruk, karena kita tidak tahu bagaimana dia akhirnya dan kedepannya, adakala ketika kita melihat seseorang itu sangatlah buruk, tapi pada akhirnya dia bagus (Khusnul Khotimah).
Intinya kita tetaplah berusaha beramal baik & bagus dengan ikhlas, istiqomah, selalu husnudzon, introspeksi diri dan berdo'a .
Ingatlah keikhlasan akan timbul dengan sendirinya ketika keistiqomahan (continue) dalam beramal tertanam pada diri kita.
Wallohu'alam

إرسال تعليق